Agustus 17th, 2009 — Merah Putih Indonesia Tagged merah putih indonesiaku di blogdetik

Tepat 64 tahun yang lalu perjuangan bangsa Indonesia membuahkan hasil, kemerdekaan. Merdeka dengan semangat juang 45 !
- Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
- Soekarno/Hatta
- Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
- dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
-
-
- Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
- Atas nama bangsa Indonesia.
Rasa bangga membahana diseluruh tubuh, bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Derap langkah prajurit, jerit tangis para wanita seakan menemani kemerdekaan Indonesia kala itu.
Masihkah kita ingat 5 sila dalam Pancasila?
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mungkin hanya sebagian dari kita yang bisa mengingatnya. Hapalan Pancasila kita sejak kecil mungkin telah sirna. Kita hanya bisa mengucapkan dengan terbata-bata sambil mengingat apa yang harus diucapkan. Seharusnya Pancasila bukanlah sebagai hapalan kala bocah, namun harus dicamkan dan dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,Indonesia.
Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, budaya dan berbagai keanekaragaman lainnya yang seharusnya menjadi kekuatan dan daya saing bagi negara lain namun semuanya itu seakan sirna manakala bangsa Indonesia “terpecah” untuk kepentingan masing-masing individu.
Ingatlah, kemerdekaan kita janganlah hanya kemerdekaan semu tetapi harus kita bisa rubah menjadi kemerdekaan sejati yang bisa dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Kita harus SATU, jangan mau dipecah oleh kepentingan asing karena Indonesia milik KITA bukan asing!
Dengan hormat sambil mendendangkan “Indonesia Raya”
Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.
-
- Indonesia kebangsaanku,
- Bangsa dan tanah airku,
- Marilah kita berseru,
- Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg’riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg’riku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.
Selamat Ulang Tahun Indonesia !
Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !
Agustus 7th, 2009 — Merah Putih Indonesia Tagged merah putih indonesiaku di blogdetik

Masih teringat ketika kecil, saya sering mengikuti berbagai lomba 17an, berusaha sebaik mungkin untuk menang. Walau pada akhirnya kekalahan pun kadang saya terima. Saya senang bukan karena tidak menang tetapi karena saya masih bisa tertawa, bersendau gurau dan melihat bagaimana warga sekitar bergotongroyong untuk menyemarakkan acara 17an. Saya tidak bisa membayangkan jikalau Indonesia belum merdeka, mungkin candatawa itu tidak ada, yang ada hanya kemelut di medan perang untuk mempertahankan merah putih.
Ada kebanggaan tersendiri bagi saya ketika menjadi pramuka saya menjadi bagian dari pengibar bendera. Latihan demi latihan saya lakukan bersama teman-teman pengibar lainnya, melelahkan memang, namun ada semangat 45 yang menghilangkan rasa lelah kami. Hingga pada momen pengibaran bendera, kami bisa mengibarkan bendera dengan baik bahkan diminta kembali untuk mengibarkan bendera di lain kesempatan. Sungguh rasa bangga meresap ke dalam jiwa laksana hujan membasahi bumi.
Merah yang berani dan putih yang suci, arti merah putih yang saya tahu sejak kecil dan sampai sekarang masih lekat dalam ingatan, memang mulai terlihat pudar di mata sebagian orang Indonesia. Entah karena globalisasi atau karena efek serba instan yang melanda tiap bagian bangsa Indonesia yang menyebabkan kemunduran nurani bangsa jauh dari kesederhanaan dan kerja keras. Rasa nasionalisme hanya sesaat bersinar dikala 17an dan tenggelam setelah itu. Sungguh ironis melihat kenyataan yang terjadi. Dan timbul pertanyaan didalam hati, dimanakah posisi saya? Saya pribadi hanya bisa menjawab dalam hati.
Kita boleh berbangga dengan apa yang kita miliki namun kita harus lebih bangga dengan apa yang kita injak-tanah air Indonesia, apa yang kita hirup-udara kebebasan, apa yang kita lihat-candatawa keluarga dan teman, dan apa yang kita rasa-kebersamaan sebagai bangsa, yang mengalahkan semua kebanggaan yang kita miliki kalau kita belum merdeka.
Ingatlah nasionalisme seorang Soekarno,
“Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan semata-mata copie atas tiruan dari Nasionalisme barat, akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan.”
“Bangsa atau rakyat adalah satu jiwa. jangan kita kira seperti kursi-kursi yang dijajarkan. nah, oleh karena bangsa atau rakyat adalah satu jiwa, maka kita pada waktu memikirkan dasar statis atau dasar dinamis bagi bangsa, tidak boleh mencari hal-hal diluar jiwa rakyat itu sendiri.”
dan dia berpesan “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah!”
Saya hanya bisa berharap, setiap orang yang membaca tulisan sederhana ini bisa merenungkan kembali arti merah putih dalam dirinya dan melakukannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.
Merdeka!
Agustus 5th, 2009 — Tak Berkategori Tagged Indonesia, mbah surip

saya memang tidak mengenal mbah surip secara langsung bahkan bertemu muka pun belum pernah. Namun saya mencatat beberapa hal istimewa yang ada di sosok seorang mbah surip. Yang paling terlihat ialah kesederhanaan, entah dalam hal berpakaian maupun lirik lagu “tak gendong” yang sekarang menjadi hits di ranah musik publik Indonesia. Satu hal yang tak lekang oleh waktu dan menjadikan beliau dikenal oleh banyak orang bahkan hingga akhir hayatnya.
Mungkin belum banyak yang tahu bahwasannya beliau bergelar insinyur dan MBA yang pernah bekerja sebagai engineer di pertambangan yang sebagai orang awan seperti saya mengidentikkan beliau sebagai sosok pekerja keras.
Satu hal lagi yang pasti menjadi ciri khas beliau yaitu canda tawa “Ha..ha..ha” khas beliau dimanapun dia tampil. Hidup yang terlihat selalu bahagia yang dipadupadankan dengan nyanyian.
Saya rasa kesederhanaan, kerja keras, dan tawa senyum bahagia sudah cukup bagi saya untuk menjadikan mbah surip sebagai salah satu anak bangsa Merah Putih Indonesia.
Merah yang berani, putih yang suci dan Indonesia yang bersahaja telah terlihat lewat sosok mbah surip. Semoga semakin banyak orang Indonesia yang mengikuti jejak mbah surip, sederhana-pekerja keras-tawa senyum bahagia dan menjadikan merah putih berkibar selamanya.
Selamat Jalan mbah surip…..
Agustus 4th, 2009 — Tak Berkategori

Selamat Datang. Salam Perkenalan! Ini merupakan postingan pertama saya di blogdetik.
Entah ini sudah blog keberapa yang saya buat, ribuan kata yang sudah terurai dan pertemanan yang terjalin erat sampai ke luar Indonesia menjadi alasan saya senang untuk ngeblog, berbagi semua hal yang tentunya sejalan kemana pikiran ini memimpin.
Terlebih ketika negera tercinta Indonesia akan mengadakan hari kebesarannya tentu ada rasa bangga jika menulis tentang Indonesia yang notabene tempat lahir beta. Adapun blogdetik menyelenggarakan kontes “Merah Putih Indonesiaku” menguatkan motivasiku untuk mencermati dan menuliskan tentang Indonesiaku tercinta. Terima kasih untuk blogdetik yang membuat kontest ini !
Ini merupakan salam perkenalan bagi teman-teman blogdetik semua. Semoga berkesan